Senin, 27 Mei 2013

everything about me and my life: Gunung Kunci

everything about me and my life: Gunung Kunci: benteng tangguh ala Belanda hasil kamuflase diatas gunung panjunan lambang kunci tertera di gerbang guamu wisata sejarah peninggalan para ...

Realita yang Tak Kuterima



Tak kuasa ku terima realita
Mengapa baru bicara setiap aku kan kembali ?
Membuatku terdiam dalam bungkam
ingin ku urungkan namun ku tlah lama pergi

Mengapa kontrak itu diperpanjang ?
Padahal menunggu batas waktu pun terasa lama
Bagaimana dengan SELAMANYA ?
Aku tak tau sepertu apa jadinya

Hatiku bicara "aku harus berontak "
Namun realita tak berpihak
Lisanku bertekad " aku harus bicara"
Namun ucapku tak didengar telinga

Butir mutiara bening terjatuh
Mengendap dalam rona syahdu
Mengiris ulu hati yang tercabik
Terhunjam ucap yang tak dihargai

Segalanya tlah ku lakukan tuk menolak kenyataan
Memberontak mimpi buruk yang tak terhindarkan
Tubuh mungilmu ingin ku lenyapkan
Tapi tak mungkin lewat kekejaman

Kini ku hanya bisa bertawakkal
Meyakini rencanaNYA skenario terbaik
Menerima realita yang tak masuk akal
Mimpi nyata yang harus ku jalani

Dalam Syahdu aku bersajak , 23 MEI 2013


Fitri Kinasih Husnul Khotimah

Alam Menyatukan Kita

Alam menyatukan aku dan kau menjadi kita
Alam mewarnai pelangi cinta Adzthathry penuh makna
Melukis cerita yang tiada tara
Alam menyimpan segalanya

Di aniv yang ke tiga bulan, pangeran tikus dan putri marmut kembali melukis kisah indah tentang dunia percintaannya yang makin hari makin harmonis. Kali ini tikus dan marmut mengukir cerita di bawah naungan langit biru berlapis pohon-pohon pinus yang tinggi di kaki gunung Ciremai tepatnya di Cibunar, Kuningan – JABAR-INDONESIA-PLANET KE 3. Hahaha lengkap amat :D
Tepat tanggal 26-28 Desember 2011 aku, muadz, dan santri yang lain mengikuti kegiatan pesantren alam  yang rutin diselenggarakan setiap tahun dengan tempat yang berbeda pastinya . biar gak bosen hhe :p  anehnya setiap ada pesantren alam aku pasti lagi pacaran sama santri lagi . Dua tahun yang lalu juga aku ikut pesantren alam saat itu aku sedang berpacaran dengan Trisna si ketua PORSI , waktu itu pesantren alamnya di Citimun-Cimalaka-Sumedang di kaki gunung Tampomas yang konon menurut mitos orang-orang setempat gunung tampomas dan gunung Ciremai itu berhadapan dan dikuasai oleh putri cantik dan pangeran ganteng yang menjalin asmara. Aahh koq jadi bahas masa lalu siih :p lanjut lagii yukk cerita adzthathry
Di Pesantren alam yang ke X aku kebagian tugas menjadi panitia di seksi acara jadi yang berhubungan dengan acara aku tahu segalanya. Aku diberi bekal yang banyak oleh orangtuaku dan disuruh bawa tas besar  yang cukup berat saatku jinjing. Untungnya ketika aku membawa tas itu sendiri dari mobil menuju perjalanan kaki gunung Muadz segera menghampiriku “ sini, tasnya aku bawain “ ia menawarkan diri untuk membantuku. “ asiiek ada yang bawain , yuk atuh gotong royong ! “ timpalku.
Dalam perjalanan kira –kira 8 KM menuju kaki gunung aku jalan bersama dengannya dengan membawa tongkat, tenda, tasku, dan tas dia sehingga bebanpun terasa ringan karena dibawa berdua.
Tak jarang teman-temanku menyindirku dengan kata-kata yang lazim keluar dari mulut mereka “ cie ,. Romantis kaya yang udah suami istri aja :D” seperti itulah ungkapan-ungkapan yang keluar dari mulut mereka. Aku dan Muadz hanya tersenyum dan menghiraukan ucapan-ucapan itu. Sesekali aku dan dia berhenti untuk sekedar minum dan beristirahat sejenak.
Perjalanan yang cukup melelahkan itu tak begitu berasa saat dijalani berdua karena yang ada hanya cenat-cenut asmara yang menerbangkan khayalan tuk memiliki dunia ini berdua. Ketika sampai di bumi perkemahan aku beserta santri yang lain termasuk dia segera mendirikan tenda dan mengikuti lomba regu pendiri tenda tercepat dan terbaik. Namun, karena aku panitia jadi aku hanya jadi juri dan tak usah repot -repot mendirikan tenda . hahahaha enak bangeet kan ?  
Malam harinya kami mengikuti pengajian seperti biasa layaknya di pesantren sampai jam 9an yang diisi oleh beberapa ustad muda. Setelah selesai mengaji kami langsung tidur ke tenda masing-masing. Tepat pukul 03.00 aku dibangunkan oleh teh nok agar membantunya membangunkan para santri untuk melaksanakan shalat tahajud.
Pagi harinya aku dan para santri berolahraga dan melakukan beberapa permainan tradisional yang membuat kita tertawa bersama. Sekitar pukul 08.00 kami sudah siap untuk melakukan penjelajahan dan kegiatan bakti sosial. Aku dan Muadz kembali berjalan bersama menyusuri pohon-pohon dan tanaman yang tumbuh liar menemani perjalanan kami menuju perkampungan dan curug. Ketika menuju curug aku berjalan bertiga dengan muadz dan via yang sudah aku anggap sebagai adikku sendiri. Obrolan-obrolan kecil mewarnai perjalanan kami. Aku sempat terpeleset ke kebun ubi saat aku harus berjalan di pematang yang licin untungnya sebelum aku terjatuh ke tanah Muadz sempat menolongku dan menarik tanganku. “Makasih ya ? untung ada kamu “ ungkapku . “ hahaha tadinya sih gak bakal aku tolongin biar kamu jatuh menggelinding kaya bola “ candanya “huu tega ? masa pacarnya jatuh kamu malah menertawakan ?” bentakku karena emosiku mulai memuncak. “ bercanda atuh sayang J kamu terlalu serius ah , jadi sosok humoris dong biar gak cepet tua “ tanggapnya. “ iya-iya . . . smile J hhehehe :D “timpalku
Karena terlalu asik ngobrol aku lupa tak sempat mempertanyakan ke arah mana jalan ke curug . “Adz, koq gak nyampe-nyampe yah ? perasaan kita udah jauh banget jalannya “ tanyaku . “o iya yaa , jangan-jangan kita salah jalan “ jawabnya. Aku , muadz dan via memutuskan untuk berhenti dan menunggu berita dari yang lain . ternyata . . . oh ternyata. . . “wooyy yang di atas turun lagi , kita salah jalan harusnya tadi belok “ teriak beberapa orang yang masih di bawah . dengan perasaan kesal aku dan yang lain yang juga tersesat mencoba menerima dan kembali turun ke bawah dengan nafas yang terengah-engah . “ Nha, awas terpeleset lagi jalannya licin “ Muadz mengingatkanku yang terlalu asiik turun kebawah karena udah gak sabar pengen main air di curug. “ iyah adz, nyantai aja . kamu yang didepan atuh biar aku megang jaket kamu kalau mau jatuh . :D “ ungkapku “huu dasar jadi jatuhnya mau ngajakin aku nih ?” guyonnya. “hhehe kan One heart One idea jadi harus sependeritaan dong :D “ jawabku “ iya deh iyaa si sayang bisa aja “ timpalnya sambil mengikuti saranku.
Tak lama kemudian akhirnya kami tiba di curug, awalnya aku hanya ingin bermain air biasa namun “ cepet atuh kelas tiga yang mau keluar harus basah semua . kapan lagi kita kaya gini . ini untuk yang terakhir lho? “ rayu beberapa orang dari kelas tiga. “ yu adz, kita kesana . sekalian photo juga hehehe :D” ajakku. “ iyah nha ayo tapi aku nitip uang yah di kamu “ jawabnya sambil menyerahkan sejumlah uang dari sakunya. Aku dan Muadz segera bergabung dengan teman-teman yang lain dan berphoto bersama.
Pulang dari Curug kami kembali ke bumi perkemahan dan aku pun kembali pulang bersama Muadz dan Via. Disaat yang lain ikut ke mobil yang lewat aku segera bertanya “ kita mau ikut ke mobil juga nggak ? “ tanyaku “ nggak ah berbahaya mending kita jalan kaki biar lama di jalan berduanya “ sarannya . aku pun mengikuti sarannya.
Ketika tiba di perkemahan kita bertiga langsung mandi dan janjian buat shalat berjamaah. Aku dan Via mandi ke tempat perempuan dan Muadz mandi di tempat laki-laki. Hahaha ya iyalah masa mau bareng :D sehabis mandi aku dan via segera ke mushola kecil yang ada di dekat  tenda-tenda yang kami dirikan. Tak lama kemudian Muadzpun mengikuti dari belakang dan Kita shalat berjama’ah. Aku merasa bahagia dan sangat dekat dengannya ibarat sudah resmi jadi suami istri dan via sebagai anaknya . hahaha ngekhayal :p
Malam harinya yang juga malam terakhir berada di kaki gunung ciremai panitia mengadakan acara kreasi dan api unggun. Acara itu disambut meriah oleh para santri , berdansa bersama mengelilingi jilatan api yang mulai membakar kayu-kayu kering diiringi penampilan beberapa drama layaknya sebuah theater di hutan. Pokoknya seru deh
Esok harinya, dengan berat hati kami harus membongkar tenda-tenda yang menjadi tempat berlindung kami selama 3 hari 2 malam. Diperjalanan pulang aku dan Muadz berharap agar mobil yang kami tumpangi berhenti di dekat penjual durian karena aku dan dia sama-sama pecinta durian. Namun sayangnya, keinginan kita tak terpenuhi L .
Alam . . .
Menyatukan aku, kau, menjadi kita
Membuatku lebih dekat denganmu
Mengukir cerita tentang aku dan dia
Saksi bisu jalinan kasih antara kau dan aku

Andai alam dapat bicara
Mungkin ia akan banyak bercerita tentang kita
Bercerita kisah cinta tikus dan marmut

Andai alam dapat berimajenasi
Mungkin ia akan melukiskan cerita cinta Adzthathry
Menggambarkan keharmonisanku bersamanya

Namun sayang . . .
Alam hanya bisa membisu
Melihat perjalanan dua insan dilanda asmara
Tanpa bisa bercerita tentang kita

Sesampainya di pesantren banyak santri yang langsung dijemput orangtuanya . sementara aku ? sampai sore tak kunjung dijemput tapi tak apalah agar aku bisa lebih lama bersamanya. Malam harinya panitia bersama beberapa santri yang belum pulang ngeliwet bareng. Meski hanya dengan lauk pauk seadanya tapi aku bahagia karena makan bersamanya :*
Aku habiskan seminggu dari waktu liburku untuk tetap tinggal di pesantren. Aku pulang ketika mama menyuruhku pulang ke rumah karena ada acara keluarga begitupula dengan Muadz.



KAU

Kau adalah nahkoda dalam kapalku
Berlayar mengarungi samudera cinta
Terombang ambing dalam lautan asa
Berlabuh di dermaga hatiku

Kau adalah pilot dalam pesawatku
Terbang jauh menelusuri duniaku
Melintasi gumpalan awan fikiranku
Mengobrak ngabrik langi qalbu

Kau adalah masinis dalam gerbongku
Berjalan menyusuri rel hidupku
Kereta asmara melaju
Berdesir dalam dag dig dug jantungku

Kau mentari di bumiku
Hangatkan bumiku setiap kali didekatmu
Menyinari hariku dengan sinarmu
Tepis habis dingin di relungku

Kau Bintang dalam gelapku
terangi malamku dengan cahayamu
Temani sepi dengan kerlap kerlip pancaranmu
Ciptakan keindahan mengisi malamku


Fitri Kinasih Husnul Khotimah, 27 Mei 2013

Cintaku Bersemi kembali

Ketika ku pergi melangkah
Menyudahi semua kisah
Tinggalkan pilu nan perih
Hatiku menangis lirih

Dalam kesendirian aku resah
Menantikanmu kembali memerah
Merindukanmu dalam gelisah
Membuat ruang hatiku gundah

Termenung merindukanmu kembali
Membawa cinta kasih tak terbeli
Membuatku tersenyum geli
Atas kepolosan cinta yang kau beri

Ketika kau datang memberi harapan
Kembali dengan kasih yang kau berikan
Hatiku berbunga bak sakura musim semi
Aku jatuh cinta pada kekasihku yang dulu pergi

Kembali mengukir kisah yang dulu pupus
Bersamamu aku belajar tuk menulis
Tuangkan kenangan yang takkan terhapus
Di atas kanvas cinta aku melukis


Fitri Kinasih Husnul Khotimah , 27 Mei 2013

Selasa, 07 Mei 2013

Lingga Sumedang

Tugu peringatan sejak tahun 1922
Buatan Pangeran Siching dari Negeri Belanda
Persembahannya untuk Pangeran Aria Soeriaatmadja
Atas jasanya dalam mengembangkan kota Sumedang

Lingga...
Lambang kabupaten Sumedang
Bertuliskan aksara Hanacaraka
Terdapat lambang jati diri Sumedang

Perisai lambang jiwa kesatria
Sisi merah gambarkan semangat keberanian
Dasar hijau lukiskan kesuburan pertanian
Warna kuning emas wujud keluhuran budi , kebesaran jiwa
Sinar matahari lambang semangat dalam mencapai kemajuan
Bentuk setengah bola dan setengah kubus pada lingga
menyadarkan kita akan ketidaksempuraan manusia

Sinar yang ke 17 Angka lambang angka sakti proklamasi
Delapan bentuk pada lingga
lambangkan bulan kemerdekaan
19 batu,4 kaki tembik dan 5 tangga
lambangkan Tahun proklamasi kemerdekaan RI

Tulisan insul medal
Erat kaitannya dengan kata Sumedang
Insun Medal Insun Medangan

Gunung Kunci

benteng tangguh ala Belanda
hasil kamuflase diatas gunung papandayan
lambang kunci tertera di gerbang guamu
wisata sejarah peninggalan para penjajah

Gunung kunci. . .
saksi bisu kejamnya kolonialisme
Bangunan kokoh saat perang dunia
1918 diresmikan oleh Belanda

benteng melingkar dengan moncong meriam
diarahkan ke pusat pemerintahan Sumedang
diatas bukit yang strategis
sekali dentuman meriam memporakprandakan kota Sumedang
bukti kejeniusan warga negeri kincir angin

Dalam Gua benteng Belanda
terdapat bunker tempat pertahanan
lorong-lorong tempat penyimpanan senjata belanda kala itu
dijumpai anak tangga yang menghubungkan ke jalan keluar belakang

Meski tlah termakan usia
tertimbun tumpukan tanah dan ratusan pinus
memikul beban yang begitu berat
sisa-sisa benteng masih terawat
Bangunan kokoh tetap berdiri hingga kini
masih terdiam menyaksikan belenggu negeri ini